Berikut percakapan antara pelajar dengan karyawan
swasta, mereka bertemu di stasiun KA untuk menjalani aktivitasnya masing –
masing.
Karyawan : hari ini panas banget yaaa, jadi
males kerja, enak yaa kalau di kantor ada AC nya,
Sayangnya di tempat kerja saya panas banget,.
Pelajar : emanya kaka kerja
dimana?
Karyawan : kaka kerja di percetakan de. Jadi
situasi disana panas banget,.
So, ga semangat deh!
Pelajar :
emangnya kalau keadaan kantornya dingin, kaka bisa semangat ya ?
Karyawan : yaa, kalo dingin banget ga enak
juga, tapi minimal ga terlalu panas,
n ga terlalu dingin.
Pelajar : Emangnya bisa kak, kita
nentuin kondisi seperti itu,?
Sekalipun bisa, apa kakak akan terus semangat
kerja?
Karyawan : Ga juga de, biasanya tergantung
atasan juga, kalau dia baik, kakak semangat.
Tapi kalau lagi galak, kaka gak semangat..
Pelajar :
dari tadi kakak ko terus – terusan ga semangat, katanya kalau situasi kantornya
Gak terlalu dingin and panas, kaka semangat,
sekarang ko beda lagi?
Karyawan : Iya, kaka juga bingung, kaka
pengen banget semangat terus,
Plus, bisa ngerubah kondisi malas jadi
semangat secara seketika??
Tapi kayaknya gak mungkin deh!!
Pelajar : siapa yang bilang ga mungkin
semangat seketika?
Karyawan : emang kenyataan nya kayak gitu
kan, de?
Pelajar :
kak, semangat or tidaknya bukan ditentukan oleh kondisi luar, tapi??
Keputusan, keyakinan, and pola tubuh yang
kita miliki??
Karyawan : wahh , wahh bijak sekali kamu de,
??
Kamu juga tampak semangat yaa,, apa sih
rahasianya de
Pelajar :
simpel aja kak! Karena saya punya tujuan yang jelas, saya sekolah karena
Pengen jadi CEO Perusahaan International.
Maka saya pun semangat banget
Sekolah...
Btw, tujuan kakak kerja apa?
Karyawan : wah, betul banget. Selama ini
kakak mengalir ja, kerja sebagai aktivitas rutin de.
Pelajar :
nah itu dia kak!
Selain itu juga, saya juga punya alasan yang
kuat kenapa saya harus belajar.
Dengan begitu, saya pun selalu bergairah menikmati
proses belajar di sekolah
Karyawan : kamu hebat de, masih sekolah tapi
sudah jelas masa depan mu!
Sedangkan kakak sudah bekerja pun masih belum
tahu mau kemana hidup ini..
Pelajar :
amin.
Sebagai pelajar tugas saya Cuma fokus
belajar, menjadi yang terbaik & berprestasi.
Bagaimana dengan kakak?
Mestinya kakak fokus terhadap pekerjaan
kakak, agar tidak mudah mengeluh,
terus semangat menjadi yang terbaik.
Karyawan : sungguh beruntung orang tua mu de,
kamu sudah punya pola pikir seorang
Pemenang, meski masih usia pelajar...
Kaka jadi malu melihat kebijaksanaan yang
kamu punya, terima kasih ya de...
Telah mengubah cara pandang kaka. So kaka
punya sikap, tujuan, dan keputusan
Untuk menjadi yang terbaik di pekerjaan kakak....
Pelajar :
sama – sama kak, Saya juga masih belajar menikmati proses hidup yang harus saya
Lalui dengan penuh rasa syukur...
Semoga kita mampu mencapai tujuan kita
kak..amiiin
Karyawan : amiin. Terima kasih banyak ya de
Sahabat bisa kita ambil sebuah benang merah yang
jelas dari percakapan kedua orang di atas, yakni pelajar dan karyawan, sang
karyawan itu merasa tidak ada semangat untuk mengerjakan pekerjaan, dia seakan
– akan selalu menyalahkan situasi luar, yang berasal diluar dirinya. Kondisi
external yang kita sendiri tidak bisa mengendalikannya.
Seperti : cuaca, keadaan kantor, sikap atasan, dan
pengaruh lingkungan yang kurang kondusif. Baiknya dari pada kita fokus terhadap
pengaruh external yang tidak bisa kita
ubah, karena diluar kendali diri kita. Hendaknya fokuslah terhadap kondisi
internal seperti : mengubah rasa malas, takut, sering menunda, enggak semangat
meraih prestasi kerja. Karena nya semua kondisi internal itu berada dalam
kendali kita. Yang potensi keberhasilannya tergantung bagaimana kita yang
memutuskan.
Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan agar pengaruh
internal kita berubah secara cepat! (mengubah malas, takut, dan menunda, sampai
mengubah kondisi tidak semangat menjadi bergairah)
Pertama, Putuskan
lah bahwa kita bahagia apapun kondisinya.
Bahagia bukan karena mendapat pujian, memiliki uang
yang banyak, ataupun mempunyai mobil.
Tapi lebih kepada mensyukuri apa yang kita miliki
sebagai bentuk kekayaan yang tak ternilai harganya, sadari bahwa kita punya
kedua belah mata yang sehat, fisik yang sempurna, dan memiliki keluarga yang
mendukung, kondisi seperti ini jika kita menyadari dengan ikhlas maka
kebahagiaan itu berada dalam diri, bukan berasal di luar diri. Jika perasaan
dan pikiran kita bahagia maka akan lebih mudah untuk kita menarik hal – hal
yang membuat diri kita bahagia. So, penting untuk selalu kita pertahankan
kondisi perasaan bahagia setiap
aktivitas yang kita lakukan.
Kedua,
Memiliki tujuan yang jelas
Otak kita seperti magnet, saat kita memberikan afirmasi
kepada pikiran, bahwa hari ini menyebalkan. Maka seharian kita akan mengalami
hari yang menyebalkan, dimulai dari buka mata, bekerja ataupun belajar, kita
akan menghadapi kondisi, perasaan, orang, peluang yang membuat perasaan kita
nampak menyebalkan.
Begitupun sebaliknya saat kita membuat afirmasi
kepada pikiran, ‘bahwa hari ini menyenangkan, segala sesuatu yang saya inginkan justru
sedang menuju saya’. Maka aktivitas bangun tidur sampai mau tidur lagi,
kondisi kita akan selalu dipenuhi hal – hal yang membuat perasaan kita
menyenangkan.
Contoh kongkritnya: seorang pelajar memiliki tujuan
menjadi pelajar sukses, berprestasi dan populer. Nah aktivitas belajar dia
dengan pelajar yang tidak memiliki tujuan akan sangat berbeda, mulai dari
gairah belajar, cara belajar, & hasil belajar.
Seorang pelajar yang memiliki tujuan akan selalu
berusaha menjadi yang terbaik, karena dia meyakini kalau masih malas, takut,
dan sering menunda. Maka tujuan dia untuk menjadi pelajar sukses akan jauh dari
kenyataan.
Sedangkan pelajar yang tidak punya tujuan, mereka
akan begitu santainya menikmati belajar seakan-akan itu hanya aktivitas biasa
yang kurang begitu menyenangkan apalagi penting untuk dilakukan.
Ketiga, miliki
alasan yang kuat
Apakah dengan memiliki tujuan yang jelas, lantas kita
langsung semangat? Jawabannya bisa ya or tidak. Tergantung dari seberapa kuat
alasan kita untuk mencapainya, kalau mencapai tujuan hanya sekedar meraih
prestasi, kemungkinan besar ketika ada masalah mereka akan berhenti dan mulai
tidak semangat untuk mencapainya. Beda lagi kalau kita punya alasan yang begitu
kuat untuk apa kita meraih tujuan itu.
Contohnya : misalnya andi punya tujuan sekolanya
adalah ingin menjadi dokter spesialis mata, alasan nya karena dia ingin sekali
membantu ayahnya yang tidak bisa melihat dapat melihat kembali, juga
saudara-saudaranya yang memiliki penyakit mata. Harapan andi ketika dia menjadi
dokter spesialis mata, dia bisa menyembuhkan ayahnya, serta menolong banyak
orang lain yang mengalami penyakit mata
seperti ayahnya, agar semua orang bisa melihat dunia dengan begitu indahnya.
Tanpa alasan yang kuat, rasa – rasanya andi bisa saja
berhenti ditengah jalan. Dan mulai memiliki penyakit mental (malas, menunda,
takut, hopeless dkk).
Namun ketika rasa malas muncul, andi akan teringat
ayahnya yang membutuhkan operasi mata untuk bisa melihat. Andi pun langsung
semangat kembali mencapai impian nya..
Keempat, Ubah
keyakinan yang membatasi
Diperjalanan menuju tujuan ataupun cita-cita selalu
ada halangan atau keyakinan yang membatasi kita untuk bisa sukses, seperti :
orang miskin susah sekolah tinggi, menjadi dokter itu susah, bahasa inggris itu
susah dan mempusingkan.
Well, selama kita masih meyakini keyakinan itu dalam
diri, rasanya akan sulit sekali kita untuk menjadi mencapai nya. Neni ingin
sekali bisa bahasa inggris secara lancar baik lisan maupun tulisan, dia pun
sudah belajar kursus selama 2 tahun. namun belum bisa speaking bahasa inggris,
karena setelah di bongkar keyakinannya, ternyata neni masih meyakini bahwa ‘bahasa inggris itu susah dan mempusingkan?..see,
sehebat apapun trainernya, secanggih apapun tekniknya, metode yang mudah.
Selama neni masih punya keyakinan seperti itu, dia tidak akan pernah bisa
menguasai bahasa inggris secara cepat dan mudah.
Untuk itu ubah keyakinannya menjadi ‘ bahasa inggris itu mudah dan menyenangkan’
atau ‘berbicara bahasa inggris itu mengasyikkan’, “semakin sering salah ngomong
bahasa inggris, semakin mahir’.
Itulah yang mesti diyakini neni untuk bisa cepat
menguasai bahasa inggris.
Kelima, Ubah
gerak dan Fokus
Pernah mengalami kondisi depresi atau tertekan, tak
semangat, galau, ?
Selama menjadi manusia yang normal, rasa – rasanya
pernah ya, Ok. Sekarang gimana caranya supaya langsung semangat?
(mind and body are one system) pikiran dan tubuh
adalah satu sistem, ketika sedang depresi coba perhatikan : wajah (agak muram),
posisi tubuh (membungkuk), suara (kecil, lemas), nafas (cepat bahkan sulit).
Itulah kenapa ketika pikiran depresi maka tubuh pun
akan berubah menunjukkan bahwa kita sedang depresi, cara yang paling sederhana
ialah ketika depresi ubah lah postur tubuh menjadi tegak, tarik nafas yang
dalam, lalu hembuskan perlahan lewat mulut, lalu bayangkan pengalaman yang
menyenangkan. Sekejap pikiran pun akan kembali semangat hanya dengan mengubah
gerak dan fokus.
Keenam, Ubah
strategi
Kalau cara atau strategi yang A itu kurang efektif,
maka langkah selanjutnya adalah merubah strategi sukses yang membantu
tercapainya impian maupun tujuan kita.
Saat plan A kurang efektif, maka langkah selanjutnya
ganti dengan plan B, bisa mencontoh strategi yang terbukti sukses kepada orang
yang sudah mencapai tujuan seperti yang kita inginkan.
Ketujuh, Pilih
Model yang sudah sukses.
Kita hidup 24 jam/hari, masing – masing orang memiliki
jatah yang sama baik orang sukses, orang biasa maupun orang gila, mereka semua
punya waktu yang sama. Namun yang membedakan dari semua itu adalah penggunaan
waktunya. Ada yang memanfaatkan waktu secara biasa, ada pula yang begitu serius
memanfaatkan waktu sehari – hari mereka, sehingga hasilnya pun akan berbeda
dari masing – masing orang.
Tentu ada orang yang membutuhkan waktu sebentar untuk
mencapai tujuannya, ada juga yang membutuhkan waktu lama untuk mencapainya.
Semua itu tergantung strategi yang mereka jalankan dan model atau tokoh yang
memberi peta sukses agar mereka cepat meraihnya.
Cara yang paling cepat untuk bisa mencapai tujuan
adalah meniru orang – orang yang telah sukses di bidang yang kepengin kita
sukses. Kalau kita ingin jadi dokter profesional maka kita harus meniru dokter
tersebut agar hasilnya bisa lebih cepat.
Lantas apa saja yang mesti kita tiru : pertama
keyakinan, seberapa yakin mereka bisa mencapainya, apa yang mesti dia yakini
untuk bisa sukses menjadi dokter profesional. Kedua, fisiologi yakni: kita
meniru dari mulai cara jalannya, pola nafas, gaya bicara, postur tubuh,
intonasi suara, pola senyum yang semuanya berhubungan dengan fisiologi nya. Dan
yang terakhir, strategi, yakni pelajari strategi mereka sampai bisa menjadi
dokter profesional, cara belajar, buku apa saja yang mesti dibaca, cara – cara
praktis, yang nantinya bermanfaat untuk menjadikan kita seorang dokter yang
profesional.[]
Selamat Mempraktikkan,
‘No Action, No Miracle. When you take action, Miracle
Happen’
Salam Transformasi
Dede Nursalam,
CPNLP.CHt
1ST
Attitude Success Coach