BAYI & POTENSINYA.
Melihat ‘Mungkin’ dalam Bencana
Seorang anak yang baru lahir mengalami tangis dan
tawa yang sangat mengharukan bagi kedua orang tua nya dan lingkungan keluarga,
kedatangannya seakan memberi kebahagiaan. Seolah ada keluarga baru yang hadir
mewarnai aktivitas setiap harinya.
Menginjak usia 2 tahun biasanya bayi belajar
berbicara, berdiri, berjalan dan selalu meniru tingkah laku orang tua maupun
keluarga yang tinggal bersamanya. Namun, tahukah kamu? Proses belajar bicara,
berjalan, berdiri bahkan berkomunikasi dengan bahasa tubuh, merupakan aktivitas
yang sangat melelahkan bagi si bayi. Apalagi bayi itu mau ga mau harus bisa
bicara, berjalan dan berkomunikasi dengan orang tuanya.
Bayi yang mungil nan lucu biasanya hanya mengenal tangis
dan tawa, sedangkan keahlian berbicara, berjalan dan berkomunikasi
dengan bahasa tubuh, mereka dapatkan dari didikan orang tua dan keluarga
terdekatnya. Si bayi mungil sangatlah netral dia tidak memiliki keharusan harus
bisa berjalan maupun berbicara, karena lagi – lagi peran orang tualah yang
membuatnya demikian.
Bagi si bayi sangatlah mungkin untuk BISA
berjalan dan berbicara dengan konsep tidak ada yang tidak bisa serta pantang
menyerah sampai mereka bisa menguasai keahlian berjalan maupun
berbicara? Bisa kita bayangkan seandainya kedua orang tuanya membiarkan begitu
saja si bayi tanpa mengajarkan berbicara dan berjalan, kemungkinan besar si
bayi mungil itu hanya tau tangis dan tertawa bahkan mungkin
seumur hidup nya si bayi lucu itu tidak bisa berbicara dan berjalan layaknya
teman-temannya.
Nah, apa yang terjadi saat si bayi itu mulai belajar
berjalan dan berbicara, mereka langkah demi langkah mengalami kegagalan yang
terus menerus mereka rasakan, ketika berbicara mereka hanya dapat meniru bahasa
ibu (bahasa yang sering orang tua gunakan sehari – hari), mungkin jika orang
tuanya bisa berbahasa lebih dari 2 bahasa, si bayi lucu itu kemungkinan besar
bisa menguasai bahasa – bahasa kedua orang tuanya.
Kita lanjut lagi, apa yang sering kita lihat kalau si
bayi mulai belajar berjalan, mereka lagi – lagi jatuh,
bangun lagi, jatuh bangun lagi, terus seperti itu sampai si bayi mulai
bisa berjalan sendiri, disertai mendapat tepukan meriah dari kedua orang tua
dan keluarga terdekatnya.
Artinya melihat fenomena alamiah seorang bayi ini
kita melihat potensi yang sangat luar biasa, itu berarti kita mampu, sekalipun
situasi sedang mengalami bencana ataupun sesuatu yang tidak mungkin kita
selesaikan.
Ingatlah sahabatku !!
Terdapat potensi diri yang sangat luar biasa dari
dalam diri, bahwa semua keinginan kita, baik itu mencapai status kaya, menguasai bahasa
inggris atau bahasa asing, mendapat jodoh, mendapatkan pekerjaan
favorit, masuk ke universitas favorit atau universitas negeri,
semuanya mungkin dan bisa kita raih. asalkan, kita kembali memahami proses
tercapai nya tujuan atau keahlian yang sudah kita capai sedari kecil dulu.
Hal ini akan membuat kita selalu optimis dalam
menyikapi permasalahan ataupun tantangan yang kita hadapi setiap hari, yakinlah
bahwa diri kita begitu luar biasa, dan semua menjadi Mungkin jika kita siap
untuk selalu yakin akan potensi diri yang tak terbatas.
Semua bayi kecil itu pasti mengalami hal yang sama
dengan bayi – bayi yang lain, ketika bayi itu berhasil mencapai prestasi mereka
mendapat dukungan dari orang tua dan keluarga terdekat, apalagi saat si bayi
kecil itu jatuh lagi dan menangis ketika belajar berjalan, orang tua dan
keluarga terdekat selalu memberi dukungan atau afirmasi positif seperti “ayo
nak kamu bisa”, “anak mama pintar”, memang dukungan
dari luar sangat mempengaruhi kondisi emosi kita, tapi apakah kita mesti
menunggu dukungan dari orang tua atau keluarga terdekat untuk selalu membuat
kondisi kita semangat?
Sangatlah mungkin kalau kita sendirilah yang selalu
memberi afirmasi positif kepada diri sendiri agar selalu berada dalam Zona
Emosi Positif (zona bahagia),
dengan demikian kondisi kita selalu berada dalam kondisi bahagia, karena
kondisi bahagia sangat berpengaruh terhadap proses kita menikmati pekerjaan
maupun menikmati hidup ini dengan penuh rasa syukur .
Selamat mengingat potensi diri kita yang sudah lama
kita lupakan, selalu lihat kemungkinan di setiap bencana (tantangan / masalah).[]
Salam ACTIVE.
Dede Nursalam SS, CPNLP, CHt
1ST Attitude Success Coach





0 komentar: